PYONGYANG – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20 yang diklaim mampu menjangkau daratan Amerika Serikat (AS). Rudal tersebut dipamerkan dalam pembukaan Museum Revolusi Pertahanan, museum baru yang menampilkan perkembangan persenjataan Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim.
Dalam acara yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026), Kim hadir bersama istrinya, Ri Sol Ju, dan putrinya, Ju Ae. Foto-foto yang dirilis media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), memperlihatkan berbagai persenjataan, mulai dari drone hingga rudal balistik antarbenua.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah tampilan di depan peluncur Hwasong-20. Menurut Shin Jong Woo, Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea, tampilan tersebut diduga menunjukkan rancangan hulu ledak ganda serta peta jangkauan yang meliputi daratan AS, Timur Tengah, Australia, hingga Amerika Selatan.
Pameran itu dinilai menjadi cara Pyongyang menunjukkan perkembangan kemampuan militernya kepada dunia. Sejumlah analis menilai museum permanen tersebut juga berfungsi sebagai sarana propaganda untuk mengukuhkan pencapaian program persenjataan di bawah kepemimpinan Kim.
Langkah tersebut muncul ketika peluang pertemuan antara Kim dan Presiden AS Donald Trump kembali menjadi perhatian. Trump sebelumnya mengatakan dirinya mungkin bertemu Kim dalam kunjungan ke Asia yang direncanakan bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di China pada November mendatang.
Di tengah sorotan terhadap pameran rudal, Korea Utara juga mengumumkan uji coba peluncuran rudal balistik pada Senin (12/10/2026). Pyongyang menyebut pengujian itu bertujuan memastikan peningkatan teknis pada komponen utama sistem rudalnya.
Militer Korea Selatan sebelumnya melaporkan mendeteksi beberapa rudal balistik yang ditembakkan dari sekitar Pyongyang menuju perairan di sebelah timur Semenanjung Korea. Salah satu rudal dilaporkan menempuh jarak lebih dari 900 kilometer. Peluncuran tersebut menjadi yang keempat dilakukan Korea Utara dalam kurun waktu sekitar satu bulan.
Rangkaian pameran dan uji coba ini berlangsung ketika ketegangan militer di Semenanjung Korea masih tinggi. Korea Selatan dan Korea Utara terus menunjukkan perkembangan persenjataan masing-masing, sementara upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan belum menghasilkan terobosan berarti.
Meski Korea Utara mengklaim Hwasong-20 mampu menjangkau wilayah AS, kemampuan operasional dan jangkauan sebenarnya rudal tersebut belum dapat dipastikan hanya dari tampilan pameran. Klaim tersebut perlu dibedakan dari hasil pengujian yang telah diverifikasi secara independen.
Sumber: CNN Indonesia
