ADEN – Pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah melumpuhkan sekitar 1.200 personel milisi Houthi dalam operasi militer besar-besaran bertajuk Dawn of Yemen. Dalam operasi tersebut, militer Yaman menyebut telah melancarkan sekitar 2.200 serangan terhadap berbagai sasaran militer Houthi di sejumlah front pertempuran.
Juru bicara militer Yaman, Mayor Jenderal Majed Abdullah al-Nadhib, mengatakan serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur, drone, artileri lapangan, peluncur roket, hingga penembak jitu. Operasi tersebut menyasar pusat komando dan kendali, benteng pertahanan, posisi penembakan, serta titik pengamatan dan pengintaian milisi Houthi.
Militer Yaman juga mengklaim lebih dari 440 kendaraan dan peralatan militer Houthi telah dihancurkan atau mengalami kerusakan selama operasi berlangsung. Angka tersebut masih berupa perkiraan awal berdasarkan laporan dari medan pertempuran dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Salah satu sasaran utama operasi berada di wilayah Taiz. Menurut juru bicara militer, serangan terkonsentrasi terhadap konvoi dan pasukan bantuan Houthi di kawasan tersebut mengganggu kemampuan kelompok itu untuk mengirim bala bantuan, mengatur ulang pasukan, serta memberikan dukungan tembakan kepada posisi mereka.
Operasi Dawn of Yemen dilancarkan oleh pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi. Pemerintah Yaman juga menyatakan operasi tersebut bertujuan memulihkan kendali negara dan merebut kembali ibu kota Sanaa yang telah dikuasai Houthi sejak 2014.
Di wilayah yang berhasil direbut kembali, unit zeni militer dilaporkan terus membersihkan ranjau darat dan bahan peledak rakitan. Pasukan juga mengamankan jalan serta jalur penghubung untuk membantu warga sipil kembali ke tempat tinggal mereka dengan lebih aman.
Konflik di Yaman kembali meningkat setelah gencatan senjata yang sebelumnya meredakan pertempuran mengalami kemunduran. Pasukan pemerintah mendapat dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi, sedangkan kelompok Houthi yang didukung Iran masih menguasai sejumlah wilayah strategis.
Ketegangan terbaru juga terjadi di tengah serangan balasan antara Houthi dan Arab Saudi. Serangan udara koalisi Saudi menyasar fasilitas yang disebut digunakan Houthi untuk mendukung operasi militer mereka, sementara kelompok tersebut kembali melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Saudi.
Meski pemerintah Yaman mengklaim memperoleh kemajuan di medan perang, jumlah personel Houthi yang dilaporkan dilumpuhkan belum dapat dipastikan secara independen. Perkembangan operasi militer dan dampaknya terhadap warga sipil masih menjadi perhatian dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Sumber: CNN Indonesia
