KALIMANTAN TENGAH – Penampakan langit berwarna oranye akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi sorotan media internasional. Fenomena tersebut memperlihatkan parahnya pencemaran udara yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Sumatra dan Kalimantan.
Dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (16/10/2026), sejumlah media asing menyoroti kondisi langit di Indonesia yang berubah menjadi kuning hingga jingga akibat asap tebal dari kebakaran yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Salah satu wilayah yang mengalami kondisi tersebut adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Asap pekat menyelimuti kawasan perkotaan hingga mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat. Situasi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Media internasional seperti Sky News dan Euronews turut memberitakan fenomena langit oranye tersebut. Pemberitaan mereka menyoroti dampak karhutla terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta meluasnya kabut asap hingga ke negara-negara tetangga.
Menurut laporan Sky News, kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia telah mencapai tingkat berbahaya. Kondisi ini diperparah oleh kebakaran lahan gambut yang dapat terus membara di bawah permukaan tanah dan kembali memicu api.
Kabut Asap Meluas ke Negara Tetangga
Dampak karhutla di Indonesia tidak hanya dirasakan masyarakat di dalam negeri. Kabut asap juga dilaporkan menyebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Timor Leste.
Asap yang melintasi batas negara tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari. Sejumlah wilayah terdampak bahkan mengambil langkah untuk mengurangi paparan polusi, termasuk menghentikan sementara kegiatan sekolah.
Kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung dalam waktu lama menjadi salah satu faktor utama memburuknya kualitas udara. Kondisi cuaca yang lebih panas dan kering akibat fenomena El Niño turut meningkatkan risiko kebakaran serta mempercepat penyebaran api.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Partikel halus yang terkandung dalam asap berpotensi masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan.
Penanganan Karhutla Menjadi Sorotan
Besarnya dampak kebakaran membuat penanganan karhutla di Indonesia turut menjadi perhatian internasional. Pemerintah terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran di sejumlah wilayah terdampak.
Namun, kebakaran di kawasan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan sepenuhnya. Kondisi kering berkepanjangan juga membuat lahan lebih mudah terbakar kembali.
Sorotan media asing terhadap langit oranye di Indonesia menunjukkan bahwa persoalan karhutla bukan hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan dampak lintas negara.
Upaya pengendalian kebakaran, perlindungan kawasan gambut, serta pencegahan pembakaran lahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.
Sumber: CNN Indonesia, Sky News
