Seo Services

Model AS Raup Rp3,5 Miliar dari Jual Kentut dalam Stoples

 

NEW YORK – Seorang model dan influencer asal Amerika Serikat, Stephanie Matto, pernah menjadi sorotan setelah meraup penghasilan fantastis dari bisnis yang tidak biasa: menjual kentut dalam stoples. Produk unik tersebut dipasarkan kepada para penggemarnya melalui platform daring dan berhasil menghasilkan uang hingga miliaran rupiah.

Matto dikenal publik setelah tampil dalam acara realitas televisi 90 Day Fiancé. Ia kemudian memanfaatkan popularitasnya di media sosial untuk membangun bisnis digital, termasuk menjual produk personal yang diminati sebagian pengikutnya.

Ide menjual kentut muncul setelah Matto mengaku menerima permintaan dari penggemar yang ingin membeli barang-barang pribadi miliknya. Ia kemudian melihat peluang pasar dari produk yang dianggap aneh tersebut dan menjadikannya strategi untuk menarik perhatian publik.

Dalam laporan yang ramai diberitakan pada 2021, Matto menjual satu stoples kentut dengan harga sekitar US$1.000 atau setara Rp14 juta saat itu. Ia mengaku mampu memperoleh pendapatan hingga US$50.000 dalam sepekan ketika permintaan sedang tinggi.

Untuk menyiapkan produknya, Matto mengatakan dirinya mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi gas, seperti kacang-kacangan, telur, yoghurt, dan minuman protein. Ia juga memasukkan kelopak bunga ke dalam stoples untuk membantu mempertahankan aroma, serta menyertakan catatan pribadi bagi pembeli.

Bisnis tersebut mendapatkan perhatian luas setelah Matto membagikan prosesnya melalui media sosial. Banyak orang merasa heran dengan produk yang dijualnya, sementara sebagian lainnya justru tertarik membeli karena menganggapnya sebagai barang unik atau koleksi yang tidak biasa.

Namun, aktivitas tersebut juga menuai kritik dan komentar negatif. Matto mengakui bahwa popularitas bisnisnya tidak selalu membawa respons positif. Meski demikian, ia menilai perhatian publik menjadi salah satu faktor yang membuat bisnis tersebut dikenal luas.

Kisah Matto memperlihatkan bagaimana popularitas di media sosial dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pasar yang tidak biasa. Dalam ekonomi digital, produk yang memiliki nilai jual tidak selalu berupa barang konvensional, tetapi juga dapat berasal dari pengalaman personal dan keunikan yang menarik perhatian konsumen.

Meski begitu, angka pendapatan yang diberitakan merupakan klaim Matto dalam laporan media, bukan laporan keuangan yang diaudit secara independen. Karena itu, angka tersebut perlu dipahami sebagai penghasilan yang dilaporkan, bukan keuntungan bersih yang telah diverifikasi.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.