ISTANBUL – Penusukan terjadi di sebuah sekolah menengah pertama di Istanbul, Turki, Selasa (6/10/2026). Sebanyak delapan siswa menjadi korban, dengan satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi di Şeyh Şamil Imam Hatip Middle School, kawasan Kayabaşı, distrik Başakşehir, sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Para korban merupakan siswa berusia sekitar 10 hingga 13 tahun.
Pelaku diketahui merupakan seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang bersekolah di sekolah lain di wilayah Küçükçekmece. Berdasarkan keterangan awal, pelaku datang ke sekolah tersebut dengan mengenakan seragam sekolah yang menjadi sasaran dan membawa pisau dari rumah.
Pelaku kemudian menyerang para siswa di lingkungan sekolah. Polisi langsung mengamankan remaja tersebut setelah kejadian dan membawanya untuk menjalani pemeriksaan. Penyelidikan hukum dan administratif juga telah dimulai.
Delapan siswa sempat mendapatkan perawatan medis. Sebagian korban mengalami luka ringan, sementara beberapa lainnya mengalami luka yang lebih serius. Salah satu korban yang berada dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia meski telah mendapat penanganan medis. Tujuh korban lainnya masih menjalani perawatan.
Menteri Pendidikan Turki Yusuf Tekin menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Pemerintah juga mengirimkan tim ke Istanbul untuk membantu penanganan serta melakukan pemeriksaan terkait keamanan sekolah.
Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut kemudian dihentikan sementara selama 6 dan 7 Oktober. Tim dukungan psikososial juga diterjunkan untuk membantu siswa, guru, dan orang tua yang terdampak.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara lengkap latar belakang dan motif serangan. Otoritas Turki juga telah menerapkan pembatasan pemberitaan terkait kasus tersebut selama proses penyidikan berlangsung.
Insiden ini kembali menyoroti persoalan keamanan sekolah di Turki, setelah sebelumnya terjadi sejumlah kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang 2026.
Sumber: CNN Indonesia