Seo Services

Ukraina Siap Runding dengan AS dan Rusia di UEA

 

KYIV — Ukraina menyatakan siap mengikuti perundingan trilateral bersama Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang diusulkan Washington. Pertemuan tingkat teknis tersebut kemungkinan digelar di Uni Emirat Arab (UEA) sebelum akhir Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali jalur diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv telah memberikan respons positif terhadap usulan AS. Ia menyebut pemerintah Ukraina terbuka untuk mengikuti pertemuan di UEA maupun negara lain yang nantinya diusulkan pihak Amerika.


Menurut Zelensky, AS saat ini tengah berkomunikasi dengan Ukraina dan Rusia untuk mempersiapkan pertemuan tersebut. Washington mengusulkan pembicaraan dilakukan pada tingkat teknis dan ditargetkan berlangsung sebelum penghujung Oktober.

Meski Ukraina sudah menyatakan kesediaannya, keputusan kini berada di tangan Rusia. Zelensky mengatakan AS telah menyampaikan proposal tersebut kepada Moskow dan Kyiv masih menunggu jawaban dari pemerintah Rusia.


Rencana perundingan ini muncul ketika perang Rusia-Ukraina kembali diwarnai peningkatan serangan. Dalam beberapa hari terakhir, Rusia melancarkan serangan terhadap berbagai infrastruktur di Ukraina, termasuk jembatan dan fasilitas yang dianggap penting bagi aktivitas negara tersebut. Zelensky pun menuduh Moskow terus meningkatkan eskalasi konflik.


AS Kembali Dorong Jalur Diplomasi


Perundingan trilateral tersebut menjadi salah satu upaya terbaru Washington untuk mendorong penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun.

Sebelumnya, AS juga telah mengusulkan UEA sebagai lokasi pertemuan antara Ukraina dan Rusia. Negara tersebut memiliki pengalaman menjadi tempat berlangsungnya sejumlah kontak diplomatik terkait konflik Rusia-Ukraina.


Kendati demikian, jalan menuju kesepakatan damai masih menghadapi tantangan besar. Rusia dan Ukraina masih memiliki perbedaan tajam terkait syarat penghentian perang, sementara serangan militer di lapangan terus berlangsung.

Di tengah situasi tersebut, Zelensky berharap pembicaraan tingkat teknis dapat menjadi langkah awal untuk membuka kembali negosiasi yang lebih serius. Ia juga meminta dukungan negara-negara Barat agar tekanan terhadap Rusia terus dilakukan guna mendorong terciptanya perdamaian.


Sementara itu, Rusia sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan adanya pembicaraan trilateral pada Oktober. Namun, hingga kini belum ada kepastian bahwa Moskow telah menyetujui pertemuan yang diusulkan AS tersebut.

Jika pertemuan benar-benar terlaksana, forum tersebut akan menjadi penting karena untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir AS, Ukraina, dan Rusia kembali diarahkan duduk dalam satu format perundingan. Hasil pembicaraan nantinya akan menjadi salah satu indikator apakah jalur diplomasi masih memiliki peluang untuk menghentikan perang yang telah berlangsung bertahun-tahun.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.