Seo Services

Bahlil Tahan Ekspor Energi ke Singapura, Ada Risiko Ekonomi

 

JAKARTA – Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menahan rencana ekspor listrik ke Singapura serta mengatur ulang jalur ekspor sumber daya alam Indonesia memunculkan berbagai pertimbangan ekonomi. Langkah tersebut disebut bertujuan mengutamakan kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan energi.

Pengamat Energi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan listrik domestik, tetapi juga menyangkut persoalan harga dan posisi tawar Indonesia. Menurutnya, proyek ekspor listrik berkapasitas 3,4 gigawatt (GW) ke Singapura dirancang menggunakan pembangkit tenaga surya dan baterai baru, sehingga tidak mengambil pasokan dari jaringan PLN.

Yayan memperkirakan proyek tersebut berpotensi menghasilkan penerimaan kotor sekitar US$2,8 miliar per tahun dan laba sekitar US$600 juta. Namun, penundaan proyek dapat berdampak pada hilangnya peluang investasi serta potensi pendapatan. Ia memperkirakan setiap tahun penundaan dapat menghilangkan sekitar US$500 juta nilai proyek.

Di sisi lain, ketergantungan Singapura terhadap gas Indonesia dinilai cukup besar. Pasokan gas pipa dari Indonesia mencapai sekitar 32 persen konsumsi gas Singapura. Meski demikian, pengurangan pasokan sebesar 31 BBTUD hanya sekitar 2,4 persen dari total konsumsi negara tersebut dan masih berpotensi digantikan melalui impor LNG dari pasar global.

Yayan juga mengingatkan bahwa larangan ekspor melalui negara perantara belum tentu meningkatkan penerimaan negara secara signifikan. Ketidakpastian kebijakan justru berisiko menimbulkan tambahan biaya perdagangan, permintaan diskon dari pembeli, hingga mengganggu kepercayaan investor.

Karena itu, kebijakan pengelolaan ekspor energi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan domestik, potensi pendapatan negara, dan kepastian investasi. Penguatan pengawasan perdagangan serta transparansi harga dinilai penting agar Indonesia tetap memperoleh manfaat maksimal dari sumber daya alamnya.


Sumber : CNN Indoensia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.