Seo Services

Gerhana Total 12 Agustus, Ini Link Live Streaming

 

Jakarta – Gerhana Matahari Total (GMT) akan menghiasi langit pada 12 Agustus 2026. Fenomena astronomi langka ini dapat disaksikan secara langsung dari sejumlah wilayah yang berada di jalur totalitas, termasuk Greenland, Islandia, Spanyol, sebagian Portugal, dan Rusia.


Sayangnya, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana secara langsung. Masyarakat Tanah Air tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui layanan live streaming yang disediakan sejumlah lembaga astronomi dan antariksa.


Salah satu pilihan utama adalah siaran langsung dari NASA. Lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut telah menjadwalkan liputan gerhana pada Rabu, 12 Agustus, mulai pukul 13.15 waktu Eastern Daylight Time (EDT) atau sekitar 00.15 WIB pada 13 Agustus. Siaran tersedia melalui NASA+, YouTube, dan sejumlah platform resmi lainnya.


Selain NASA, masyarakat juga dapat mengikuti siaran dari European Space Agency (ESA) serta sejumlah organisasi astronomi seperti Time and Date, Exploratorium, dan Royal Observatory Greenwich. Tayangan tersebut memungkinkan masyarakat di luar jalur totalitas ikut menikmati proses terjadinya GMT.


Secara astronomis, gerhana terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya dari pandangan pengamat yang berada di jalur totalitas. Saat fase total berlangsung, korona atau atmosfer luar Matahari dapat terlihat dan langit menjadi gelap seperti malam untuk sementara waktu.


Berdasarkan perhitungan astronomi, gerhana dimulai sekitar 15.35 UTC, mencapai puncak sekitar 17.47 UTC, dan berakhir sekitar 19.59 UTC. Waktu pengamatan berbeda-beda tergantung lokasi pengamat.


Fenomena ini juga menjadi kesempatan penting bagi para ilmuwan untuk melakukan penelitian. NASA dilaporkan akan menggunakan pesawat penelitian WB-57 untuk mengamati korona Matahari dari ketinggian serta memanfaatkan instrumen penelitian lainnya selama berlangsungnya gerhana.


Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena tersebut, menonton melalui siaran resmi menjadi pilihan paling aman. Pengamatan Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus tetap berisiko menyebabkan kerusakan mata.


Sumber: CNN Indonesia

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.