TEL AVIV – Pemilihan umum Israel pada 2026 menjadi ujian bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaannya. Persaingan diperkirakan ketat antara blok pendukung Netanyahu dan kubu oposisi yang dipimpin mantan kepala staf militer, Gadi Eisenkot.
Jajak pendapat memperkirakan kedua kubu berpotensi memperoleh sekitar 50–52 kursi di parlemen. Padahal, dibutuhkan minimal 61 dari total 120 kursi Knesset untuk membentuk pemerintahan mayoritas.
Kondisi tersebut membuka empat kemungkinan setelah pemilu.
1. Netanyahu Mempertahankan Kekuasaan
Netanyahu masih berpeluang menjadi perdana menteri jika berhasil mengumpulkan dukungan partai-partai lain untuk mencapai mayoritas parlemen. Negosiasi dengan partai sayap kanan dan kelompok ultra-Ortodoks menjadi salah satu faktor penting bagi kelangsungan koalisinya.
2. Oposisi Membentuk Pemerintahan
Kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot dapat mengambil alih kekuasaan apabila berhasil menghimpun dukungan mayoritas. Dukungan partai-partai Arab berpotensi menjadi penentu, meskipun kerja sama tersebut menghadapi tantangan politik di Israel.
3. Pemerintahan Persatuan Nasional
Jika kedua kubu gagal memperoleh mayoritas, Netanyahu dan tokoh oposisi berpeluang membentuk pemerintahan persatuan nasional. Skenario ini dapat menjadi jalan keluar dari kebuntuan, tetapi perbedaan kepentingan politik berpotensi menyulitkan kesepakatan.
4. Israel Menggelar Pemilu Ulang
Apabila negosiasi koalisi gagal, Israel berisiko kembali menggelar pemilu. Negara tersebut pernah mengalami kebuntuan politik yang memicu empat kali pemilu antara 2019 dan 2021.
Koalisi Jadi Penentu Nasib Netanyahu
Hasil pemilu tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi yang diperoleh masing-masing partai, tetapi juga kemampuan membangun koalisi. Netanyahu masih berpeluang bertahan, sementara oposisi dapat mengambil alih pemerintahan jika mampu mengumpulkan dukungan yang cukup.
Dengan persaingan yang ketat, proses negosiasi setelah pemilu akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah politik Israel berikutnya.
Sumber: CNN Indonesia
