Seo Services

Dua Pegawai Rutan Depok Diperiksa Gegara Sabu

 

DEPOK – Polisi memeriksa dua pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok terkait dugaan keterlibatan dalam pesta narkoba yang dilakukan sejumlah warga binaan. Kasus tersebut mencuat setelah video para narapidana berjoget dan diduga mengonsumsi sabu di dalam rutan viral di media sosial.

Kapolres Metro Depok Kombes Christian Rony Putra mengatakan, penyelidikan sementara mengarah pada dua pegawai yang diduga memiliki peran berbeda. Salah satu pegawai diduga menyediakan sabu, sementara pegawai lainnya menyediakan alat musik yang digunakan dalam pesta tersebut.


Kedua pegawai tersebut telah menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya negatif narkoba. Meski demikian, polisi tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui dari mana sabu tersebut diperoleh dan bagaimana barang terlarang itu bisa masuk ke dalam rutan.

Polisi sebelumnya juga melakukan penggeledahan di Rutan Depok pada 4 Oktober 2026. Namun, petugas tidak menemukan sisa sabu di lokasi. Polisi menduga barang tersebut sudah tidak berada di dalam rutan karena pesta narkoba yang terekam dalam video disebut terjadi pada 27 September 2026.


Selain dua pegawai, pihak rutan juga telah memeriksa warga binaan yang berada di lokasi kejadian. Sedikitnya 22 warga binaan diketahui berada di kamar tempat dugaan pesta narkoba tersebut berlangsung. Dari jumlah itu, beberapa orang masih didalami keterlibatannya.

Dalam penyelidikan, petugas juga menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, termasuk alat musik, lampu disko dan telepon seluler yang diduga digunakan untuk merekam kejadian. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa aktivitas tersebut berlangsung di dalam rutan.


Kapolres mengatakan hasil pemeriksaan terhadap kedua pegawai akan menjadi bahan bagi pihak rutan untuk menentukan tindakan. Sanksi dapat berupa hukuman administratif maupun sanksi kode etik, tergantung hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.

Polisi kini masih fokus mengungkap asal-usul sabu yang diduga masuk ke Rutan Depok. Penelusuran tersebut penting untuk mengetahui apakah terdapat jaringan lain yang terlibat dalam memasukkan narkoba ke dalam lingkungan rutan.


Kasus ini juga menjadi sorotan karena dugaan pesta narkoba tersebut berlangsung di tempat yang seharusnya memiliki pengawasan ketat. Pihak Rutan Depok menyatakan akan melakukan evaluasi dan menindak siapa pun yang terbukti melanggar aturan.


Sumber: CNN Indonesia.

ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.