JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (5/10/2026). Sejumlah analis menilai indeks masih berpeluang melemah setelah sepanjang pekan sebelumnya mengalami koreksi cukup dalam.
Pada perdagangan Jumat (2/10), IHSG sebenarnya ditutup menguat 0,46% ke level 6.036,89. Namun, penguatan tersebut belum mampu menghapus tekanan sepanjang pekan. Secara mingguan, IHSG tercatat terkoreksi 3,28%.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai posisi IHSG masih berada dalam fase koreksi. Ia memperkirakan indeks dapat menguji area 5.850-5.911 apabila tekanan jual kembali meningkat.
Sementara itu, level support IHSG diperkirakan berada di sekitar 5.949 dan 5.872. Adapun level resistance berada pada kisaran 6.187 hingga 6.297.
Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari aktivitas investor asing. Pada perdagangan Jumat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sekitar Rp1,27 triliun. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pelaku pasar di tengah volatilitas bursa.
Selain faktor teknikal, investor akan mencermati berbagai sentimen global dan domestik sepanjang pekan ini. Pergerakan suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil US Treasury, nilai tukar rupiah, serta perkembangan harga komoditas dapat memengaruhi arah pasar saham Indonesia.
Dari dalam negeri, sejumlah data ekonomi juga akan menjadi perhatian. Investor akan menunggu data cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, serta data penjualan ritel dan otomotif yang dijadwalkan dirilis pada pekan ini.
Meski peluang koreksi masih terbuka, sejumlah analis melihat kemungkinan terjadinya technical rebound apabila IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.000. Karena itu, pergerakan indeks di sekitar level tersebut akan menjadi salah satu penentu arah perdagangan berikutnya.
Investor pun disarankan tetap berhati-hati menghadapi perdagangan awal pekan. Kondisi pasar yang masih volatil membuat strategi investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tidak semata-mata didasarkan pada pergerakan IHSG dalam satu hari.
Dengan berbagai sentimen yang masih membayangi, perdagangan Senin menjadi ujian penting bagi IHSG. Jika tekanan jual kembali meningkat, indeks berpotensi melanjutkan koreksi. Sebaliknya, kemampuan bertahan di atas 6.000 dapat membuka peluang penguatan sementara.
Sumber: CNN Indonesia